"Rumah sakit ini tetap mesti kita tata, mulai dari struktur organisasi, pelayanan, dokter, dan lainnya. Jadi semua harus saling bahu-membahu membawa RSUD Dqya Kota Makassar bisa melayani masyarakat dalam segi kesehatan," jelasnya.
Dalam peninjauannya, Indira melihat langsung proses USG ibu hamil menggunakan mesin USG 4 dimensi yang dimiliki RSUD Daya Kota Makassar. Layanan pemeriksaan ini disediakan gratis bagi ibu hamil.
Dengan teknologi USG 4 dimensi yang lebih canggih, hasil pemindaian dan pencitraan tampak detail. Aktivitas janin pun terlihat lebih jelas.
Di tempat yang sama, Indira juga menyerahkan akta kelahiran dan kartu keluarga kepada masing-masing keluarga dari dua orang pasien yang baru saja melahirkan.
Dirinya juga memberikan bingkisan berupa perlengkapan bayi.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Daya Kota Makassar, dr. Ahmad Asharie menerangkan, pemberian akta kelahiran dan kartu keluarga kepada pasien pasca bersalin merupakan salah satu program dari RSUD Daya Kota Makassar yang bertujuan memberikan perlindungan identitas legal anak sejak masa awal kelahirannya.
"Program ini dinamakan Ku Catatki, ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar," ungkap dr. Ari.
Di samping Ku Catatki, ada seabrek program lain yang turut dihadirkan RSUD Daya Kota Makassar sebagai bagian dari layanan Jampangi.
Di antaranya, gerus mata atau gerakan USG gratis di Jumat berkah, pendampingan klinis perempuan dengan layanan konsultasi online 24 jam, pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak sebagai media promosi kesehatan dan pencatatan.
Kemudian ada pelayanan persalinan senyaman bersama teman, pelayanan obstetri neonatal emergency komprehensif selama 24 jam, kursus singkat ibu pasca bersalin untuk keluarga berkualitas, hingga pelayanan dan konseling KB pasca bersalin.










