Dalam sejarah yang Yaqut ketahui, kelahiran Kemenag tidak terlepas dari penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta, yakni 'Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya'.
Dalam dinamika tersebut, kata Yaqut, NU memiliki peran yang signifikan sebagai juru damai.
"Kenapa begitu? Kemenag muncul karena pencoretan 7 kata dalam piagam jakarta . Yang usulkan itu jadi juru damai atas pencoretan itu mbah Wahab Chasbullah. Kemudian lahir Kemenag karena itu," jelasnya.
Mendapat banyak protes
Selang beberapa waktu setelah Yaqut menyebut Kemenag hadiah untuk NU, bantahan dan protes dari beberapa tokoh agama berdatangan.
PBNU misalnya, membantah Kemenag didirikan sebagai hadiah untuk NU. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengatakan Kemenag bukan hanya untuk NU atau umat Islam, melainkan untuk semua agama.
Menurut Helmy, semua pihak bisa menjadi pemimpin Kemenag dengan catatan bertujuan menciptakan kemaslahatan dan kesejahteraan.
"Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam," kata Helmy.
Helmy mengakui bahwa Yaqut memiliki hak untuk berpandangan demikian, menurutnya pernyataan itu tidak bijaksana dan tidak tepat dalam perspektif kenegarawanan yang membangun.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan sejarah pendirian Kemenag yang ia ketahui berbeda dengan versi Yaqut. Meski demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut perbedaan tersebut. Mu'ti meminta agar sebagai Menteri agama, Yaqut bersikap adil kepada semua agama dan organisasi.
"Seharusnya menteri agama bersikap adil kepada semua agama dan organisasi," kata Mu'ti.










