Kebocoran Data Terulang Lagi, 6 Juta Data Pasien Kemenkes Diduga Bocor dan Dijual di Internet

Kebocoran Data Terulang Lagi, 6 Juta Data Pasien Kemenkes Diduga Bocor dan Dijual di Internet

Fitri Wisneti

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Kasus kebocoran data kembali terulang lagi di Indonesia, diduga kebocoran data tersebut terjadi di server Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dikutip dari tekno.kompas.com pada Kamis, 6 Desember 2022, Data tersebut diduga bocor dan di jual di salah satu platform online bernama Raid Forums.

Menurut informasi, penjual merupakan anggota dari forum Raid Forums, dengan nama akun 'Astarte'. Dalam deskripsi yang disertakan, penjual mengaku data yang dijualnya tersebut berasal dari server terpusat Kemenkes RI.

Penjual mengelompokkan data tersebut memenjadi informasi pokok, dari rekam medis 6 juta pasien di Indonesia.

Contohnya seperti jika terdapat hasil pemeriksaan radiologi yang juga termasuk foto dan identitas pasien, hasil CT Scan, hasil roentgent X-Ray yang lengkap dengan nama pasien, asal rumah sakit, dan jam pengambilan gambar, hingga hasil tes Covid-19.

Selain pemeriksaan radiologi, penjual juga menjual hasil dari pemeriksaan jantung, dan laboraturium.

Penjual mengklaim, data itu konkret berasal dari berbagai rumah sakit besar di Indonesia.

Secara keseluruhan, jumlah data yang bocor dari Kemenkes itu mencapai 720 GB, yang kemudian dijual di Raid Forums.

Penjual tidak menyebutkan secara spesifik harga jual data-data yang diduga dari server Kemenkes tersebut, namun penjual mengatakan bahwa ia menerima pembayaran uang dalam bentuk mata uang Kripto Bitcoin (BTC), atau Moner (XMR).

Penjual juga menyertakan sampel dokumen, berupa tautan yang berisi 3,26 GB yang dapat diunduh secara gratis.

Pihak Kemenkes RI saat dihubungi, Siti Nadia Tarmizi selaku juru bicara (jubir) Vaksinasi Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes sudah mulai angkat bicara.

Namun sejauh ini, Nadia belum memberikan keterangan banyak dalam menanggapi hal ini. Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya sedang mendalami dan meneliti dugaan kasus kebocoran data ini.

"Sedang ditelusuri," kata Nadia kepada wartawan melalui pesan singkat, yang dikutip dari tekno.kompas.con pada Kamis, 6 Januari 2022.