Terkini.id, Jakarta - Ini alasan ilmuwan WHO bilang India sudah masuk fase endemik corona. India sebelumnya sempat terkena gelombang tsunami corona beberapa bulan lalu sekaligus sempat tercatat negara dengan penyintas meninggal harian terbanyak.
Kendati telah melandai, namun Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Soumya Swaminathan, mengatakan India kemungkinan tengah memasuki fase endemik Covid-19.
Hal itu, sebut Swaminathan, angka kasus penularan Covid-19 di Negeri Bollywood itu yang terus menurun.
"India bisa mencapai semacam tahap endemik Covid-19, situasinya ada penularan rendah atau sedang terjadi tetapi kita tidak melihat lonjakan (infeksi Covid-19) yang eksponensial dan memuncak yang kita lihat beberapa bulan lalu,” bebernya dalam wawacara dengan media lokal India The Wire, Rabu 25 Agustus kemarin.
“Sejauh situasi di India yang mengkhawatirkan, tampaknya itulah yang terjadi. Ini lantaran luas India dan heterogenitas dari populasi dan status imunitas di beberapa bagian negara yang berbeda,” imbuhnya, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat 27 Agustus 2021.
Dikutip Manila Times, tahap endemik adalah ketika suatu patogen penyebab penyakit menjadi terbatas dalam suatu populasi, dan menjadi wabah penyakit berulang yang bisa dikendalikan di wilayah tersebut.
Pernyataan Swaminathan itu datang empat bulan setelah gelombang kedua infeksi Covid-19 menerjang India. Pada April 2021 lalu, India mencatat hampir 300 ribu kasus vrisu corona baru hampir sehari.
Selain lantaran masyarakat yang tak mengindahkan protokol kesehatan, gelombang infeksi Covid-19 India juga diperparah adanya penyebaran varian Delta. Varian dari virus corona tersebut diklaim ebih cepat menular, serta lambatnya program vaksinasi dari pemerintah India.
Saat ini, India rata-rata mencatat di bawah 32 ribu kasus harian infeksi Covid-19 dalam sepekan terakhir. Jumlah ini lebih rendah 12 persen ketimbang minggu sebelumnya.
Pada Kamis 26 Agustus 2021 kemarin, kasus harian Covid-19 di India tercatat 44.558 kasus dengan angka kematian 493 jiwa. Hingga kini, total kasus di India mencapai 32,6 juta kasus dengan 436 ribu kematian.
Kendati demikian, Swaminathan juga mengungkapkan tidak ada yang bisa meramal dan tak mungkin untuk bisa memprediksi gelombang ketiga.
Untuk itu, ia mengingatkan anak-anak bisa paling terdampak jika gelombang ketiga infeksi Covid-19 sampai terjadi di India. Akan tetapi, ia memprediksi kecil kemungkinan mereka akan terpapar dalam kategori parah.
Dalam wawancara itu, Swaminathan memprediksi wilayah Kerala di India menjadi salah satu yang harus dipantau saat ini lantaran situasi Covid-19 di sana berpotensi memunculkan varian baru virus corona.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah India terus meningkatkan vaksinasi Covid-19.
Swaminathan mengegaskan, tidak ada siapapun yang aman sampai semua orang divaksinasi Covid-19 dan aman.
“Jika Covid-19 terus menyebar ke masyarakat dunia yang belum divaksin, varian baru dan lebih berbahaya bisa muncul dan menularkan populasi yang sudah divaksin,” imbuhnya.
Menurut Swaminathan, masyarakat tidak bisa berharap secara rasional untuk menghilangkan atau membasmi virus tersebut.
Akan tetapi, ketika penyakit menjadi endemik, sebut Swaminathan, dunia bisa belajar untuk hidup berdampingan dengan virus tersebut.










