Geram, Tetua Adat Baduy Minta Oknum yang Hina Presiden dan Suku Baduy Diproses Hukum

Geram, Tetua Adat Baduy Minta Oknum yang Hina Presiden dan Suku Baduy Diproses Hukum

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Belakangan ini viral seorang oknum pemilik akun Twitter @Pawletariat yang diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan adat suku Baduy melalui sebuah cuitan.

Setelah ditelusuri, pemilik akun tersebut merupakan seorang wartawan di salah satu media dan kini telah resmi mengundurkan diri.

Oknum berinisal MB tersebut menuliskan cuitan yang dinilai merendahkan suku Baduy dan Presiden Jokowi.

"Azzzzksksksk Jokowi make baju adat Baduy cocok banget, tinggal bawa madu dan jongkok di perempatan," tulisnya beberapa hari yang lalu.

Tetua adat Baduy Luar, Jaro Saija meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera memproses oknum tersebut karena dinilai telah melecehkan warga Baduy beserta Presiden.

"Itu memang harus dituntut sesuai dengan aturan hukum," ujar Jaro, dikutip terkini.id dari Tribun Banten, Jumat, 20 Agustus 2021.

"Soalnya itu tidak boleh melecehkan siapapun apalagi pakaian adat Baduy yang digunakan oleh Presiden," sambungnya saat ditemui di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Baginya, oknum harus tetap diproses oleh aparat kendati telah melontarkan permohonan maaf kepada publik.

"Kami minta agar itu segera diusut tuntas dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

Di sisi lain, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Lebak, Unro Aljuhri juga meminta aparat kepolisian untuk memeriksa pemilik akun tersebut.

"Terkait dengan adanya Twitter yang beredar, saya selaku masyarakat Lebak meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas karena itu termasuk penghinaan terhadap budaya lokal," ucapnya, dikutip dari pelitabanten.

Senada dengan itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak, Jafar Toha juga mengaku geram dengan beredarnya cuitan MB tersebut.

Ia juga meminta kepada aparat untuk segera melakukan proses hukum kepada pemilik akun Twitter @pawletariat tersebut.

"Kami tak terima saudara-saudara kita, warga Baduy yang ada di Kabupaten Lebak direndahkan. Maka dari Itu Kami minta Polri segera menangkap pelaku penghina suku Baduy," tegasnya.