Terkini.id, Jakarta - Pengajar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menyoroti pakaian adat yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua DPR RI Puan Maharani saat acara Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Jakarta.
Menurut Ari, pakaian yang dikenakan oleh kedua tokoh besar Indonesia tersebut kaya akan makna yang tersirat.
Sebagai informasi, Presiden Jokowi saat itu memakai pakaian adat Suku Baduy, sementara Puan Maharani memakai pakaian adat Payas Agung Bali.
"Pak Jokowi memakai pakaian adat Baduy karena kita tahu suku di Banten itu tertib menerapkan ‘lockdown’ dan prokes di wilayahnya. Bahkan, komunitas baduy itu disebut-sebut zero case kasus Covid-19 hingga saat ini," ujar Ari dikutip terkini.id, dari rmolid.
Ari juga mengatakan bahwa masyarakat adat Baduy banyak memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan merawat kelestarian alam.
"Masyarakat adat baduy itu terkenal dengan kesederhanaannya. Hidup tanpa gadget, banyak jalan kaki, dan minum madu berkualitas yang bisa menaikkan imun tubuh," tambahnya.
Sementara itu, Ari memaknai pakaian yang dipakai oleh Puan sebagai bentuk apresiasi kepada Bali sebagai provinsi yang paling cepat dalam mencapai target vaksinasi.
Sebagai informasi, target vaksinasi yang telah dicapai oleh Bali sudah di atas 90 persen.
Ia pun berkesimpulan bahwa pakaian yang dipakai Jokowi bermakna agar masyarakat Indonesia harus mampu menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat.
Adapun pakaian yang dipakai Puan bermakna agar masyarakat bergegas melakukan vaksinasi.
"Kalau pakaian adat Jokowi bermakna terapkan prokes dan hidup sehat, makna busana adat Puan itu mengajak masyarakat Indonesia untuk mau divaksinasi, dan mempercepat vaksinasi seperti di Bali," ucapnya.










