Dipolisikan Ustaz Solmed, Panitia Pengajian Membalas: Dia Minta Transfer Uang Rokok Rp3,7 Juta

Dipolisikan Ustaz Solmed, Panitia Pengajian Membalas: Dia Minta Transfer Uang Rokok Rp3,7 Juta

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Seperti diketahui, Suwarna adalah seorang broker. Ia sering kali menjadi penyambung antara pembuat acara dengan pengisi acara.

Dalam masalahnya dengan Suwarna, Ustaz Solmed merasa sangat dirugikan. Bukan hanya dibohongin, tapi juga difitnah oleh Suwarna.

"Iya (sangat merusak imej saya), karena dia broker pasti bicaranya duit. Ketika dia bicara duit ya jangan sampai kita dimanfaatkan. Makanya kenapa sampai keluar angka karena dia broker. Pak Suwarna ini broker, apa broker ini keren ya. Kalau orang Betawi bilang calo. Nah makanya keluar lah angka," tukas Ustaz Solmed.

Diberitakan sebelumnya, Ustaz Solmed dituduh telah melanggar perjanjian ceramah secara sepihak. Ia tidak datang ke Kampung Cisamak, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mengisi pengajian.

Padahal kata Suwarna, Ustaz Solmed sudah menerima pembayaran sebesar Rp 8 juta. Suwarna pun menilai jika Ustaz Solmed tidak menghargai sebuah pengajian. Hal itu sering kali diutarakannya di media sosial maupun media massa.

Tak tinggal diam, Ustaz Solmed akhirnya mengambil langkah hukum. Ia melaporkan Suwarna dan juga Tisna, ketua panitia acara pengajian di Cisewu atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Tisna disebut Solmed juga turut serta melakukan penghinaan itu.

Laporan polisi Ustaz solmed masuk ke Polda Jawa Barat. Yaitu pada hari Selasa, 5 Oktober 2021.

Suwarna Buka Suara

Usai dipolisikan, Suwarna akhirnya buka suara. Ia menceritakan awal mula perseteruannya dengan Ustaz Solmed.

"Awal mulanya beliau menjemput dari jam 4 sore, terus Ustaz Solmed bilang, 'Udah duluan saja, dekat ini kok.' Dan mohon maaf kami tidak ada perdebatan, seperti disampaikan Ustaz Solmed katanya ada perdebatan waktu mau jalan, sama sekali tidak ada," kata Suwarna saat ditemui di Kawasan Kebon Siri, Jakarta Pusat, Selasa 5 Oktober 2021.

"Di situ hanya bilang, 'Hanya 1,5 jam, saya istirahat dulu abis itu ke hotel beres-beres dulu, abis itu Magrib saya berangkat," lanjutnya.