Terkini.id, Makassar - Tiga hari menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mencecar sejumlah pertanyaan yang dialamatkan k e Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Agus Djaja Said.
Danny menilai Dinas Kesehatan Kota Makassar tidak becus menangani Pandemi Covid-19 di Kota Makassar.
Menurut Danny tolok ukur ketidakbecusan tersebut adalah, ketika ia dinyatakan terinfeksi virus corona, namun tak mendapat penanganan dari Pemerintah Kota Makassar.
“Jadi begini, usahamu apa? Karena obat saja tidak ada juga. Saya ini sakit Covid-19 tidak datangko juga,” tanya Danny ke Plt Dinas Kesehatan, Agus Djaja Said, di Ruang Sipakatau Lantai II, Balaikota Makassar, Senin 1 Maret 2021.
Dalam rapat itu, Danny menekankan akan mengevaluasi pejabat untuk menyelaraskan dengan visi misinya. Penanganan Covid-19 di Kota Makassar menjadi perhatian pertamanya.
“Inilah pengarahan pertama dari Danny-Fatma yang mencoba untuk melihat Makassar lebih baik untuk kita semua masyarakat lebih baik 5 tahun ke depan,” ujar Danny.
Terkait Dinas Kesehatan, Danny mengaku banyak menerima keluhan masyarakat. Namun, Agus Djaja Said mengaku Pemkot memang tidak menyediakan anggaran untuk PCR.
Bahkan, obat untuk positif Covid-19 yang sempat dianggarkan, saat ini tidak lagi.
“Alat PCRnya saja pak kami tidak menyiapkan anggaran. Kalau obat habis dan tidak dianggarkan,” Agus menjawab.
Menanggapi itu, Danny kembali mempertanyakan mengapa pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk sesuatu yang urgent.










