“Kenapa tidak dianggarkan? Obatnya saja tidak ada, padahal ini kewajiban Dinas Kesehatan,” cecar Danny.
“Berapa dokter yang stand by kalau ada Covid-19 berapa lama dan di mana lokasinya. Kenapa home care tidak aktif?,” lanjutnya.
Danny menilai, Dinas Kesehatan Makassar tidak maksimal menangani Covid-19. Bahkan, dinas ini terkesan tidak peduli dengan masalah kesehatan masyarakat.
“Dinas Kesehatan hanya catat orang sakit dan mati. Kalau pernah rasakan orang Covid-19, makanya kau harus rasakan menderitanya orang Covid-19,” tutupnya.










