Terkini.id, Jakarta - Denny Siregar mengungkapkan bahwa ia sempat heran mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tampak garang di TV, tidak pernah memanggil Edy Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang namanya disebut-sebut dalam pusaran kasus korupsi Hambalang.
Denny Siregar mengaku bahwa setelah ia tahu jawaban dari pertanyaannya itu, ia berhenti mendukung KPK.
"Dulu saya cinta ke KPK. Sampe pada titik saya heran, kok bisa KPK yang di TV kayaknya garang sekali, tapi gak pernah manggil anak manja ini. Sesudah kutahu, ah cintaku kubuang jauh," kata Denny melalui akun Twitter-nya pada Sabtu, 8 Mei 2021.
Denny Siregar membagikan cuitannya itu bersama sebuah artikel lama yang memberitakan kesaksian Yulianis, mantan anak buah Muhammad Nazaruddin.
Seperti diketahui, Muhammad Nazaruddin adalah salah satu orang yang terlibat di dalam korupsi Hambalang dan kini telah menjalani hukumannya.
Menurut pengakuan Yulianis, ia pernah bertanya kepada penyidik KPK terkait mengapa Ibas tak pernah dipanggil untuk memberi kesaksian.
Padahal, kata Yulianis, orang yang menyebut nama Ibas bukan hanya dia dan Nazaruddin, tapi juga mantan ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum
Hal ini disampaikan Yulianis saat memberi keterangan kepada Pansus Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Juli 2017.
“Saya tanya ke KPK kenapa KPK tidak panggil Saudara Edhie Baskoro,” kata Yulianis, dilansir dari JawaPos.
Saat itu, kata Yulianis, salah satu penyidik mengatakan bahwa telah ada surat panggilan yang dikirimkan ke Ibas sebanyak lima kali. Namun komisioner KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto menolak.
“Si Penyidik bilang ke saya, 'dtolak bu, karena menurut komisioner adalah teman',” tuturnya menceritakan percakapan dengan seorang penyidik.
Yulianis pun mengaku heran mengapa Ibas tak kunjung dipanggil atau dihadirkan dalam kasus-kasus Nazaruddin.
“Sampai sekarang saya suka ketawa,” pungkas Yulianis.









