Asri juga menyoroti kontribusi besar Kota Makassar terhadap ekonomi Sulawesi Selatan secara keseluruhan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Makassar meningkat signifikan dari Rp190,3 triliun pada 2021 menjadi Rp226,9 triliun pada 2023.
Pertumbuhan ekonomi Makassar pun mencapai 5,31% pada 2023, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang hanya 4,51% pada tahun yang sama.
"Kota Makassar menopang 39-40 persen ekonomi Sulawesi Selatan. Fakta ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di daerah lain belum sebanding dengan apa yang dicapai Makassar. Seharusnya Pemprov bisa menjadi fasilitator untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah lain di Sulsel, bukan hanya bergantung pada Makassar," ujar Asri.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk miskin di Makassar sebenarnya menjadi cerminan bahwa pemerintah provinsi di bawah ASS gagal mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah Sulsel.
"Masyarakat dari daerah-daerah lain terpaksa pindah ke Makassar karena daerah asal mereka tidak mampu menawarkan kesempatan ekonomi yang lebih baik," jelasnya.
Visi Sulsel Global Food Hub Danny-Azhar
Asri meyakini bahwa pasangan Danny Pomanto – Azhar Arsyad memiliki konsep yang jelas dan prospektif untuk memacu pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan, bukan hanya di Makassar.
Melalui visi Sulsel Global Food Hub, Danny-Azhar berencana mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan merata.
"Visi ini bertumpu pada potensi Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional, yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi di setiap kabupaten dan kota, sehingga problem kemiskinan dapat diatasi secara lebih komprehensif dan berkelanjutan," tutup Asri. (rls)










