Dari Balik Kaca Spion: Kesaksian Sopir Truk Soal Kecelakaan Pemilik Pallubasa Serigala

Dari Balik Kaca Spion: Kesaksian Sopir Truk Soal Kecelakaan Pemilik Pallubasa Serigala

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Malam yang pekat berubah menjadi momen tragis ketika sebuah Toyota Land Cruiser yang mencoba mendahului truk kontainer Hino 10 roda berakhir dengan kecelakaan fatal di tol layang Makassar menuju Bandara Sultan Hasanuddin.

Truk kontainer bernomor polisi DD 8937 MP itu dikemudikan oleh Wahyudi (36), yang tak menyangka perjalanan rutinnya malam itu akan berubah menjadi saksi kecelakaan maut yang merenggut nyawa Hj Nurjannah (35), pemilik Pallubasa Serigala, dan putranya Muhammad Fadlan (7).

Wahyudi menceritakan, truk yang ia kemudikan malam itu melaju pelan dari ujung Jl Sultan Alauddin menuju bandara. Muatan berat kontainer berwarna biru membuat laju truk tersendat, dan mesin mengeluarkan asap hitam pekat dari knalpot.

"Asapnya memang agak tebal, mungkin karena tarikan truk yang berat," ujarnya kepada polisi saat dimintai keterangan.

Wahyudi melanjutkan, ketika ia berusaha mengendalikan laju truk di jalur kiri, sebuah Toyota Land Cruiser berusaha mendahului dari arah belakang.

"Saya lihat ada mobil mewah di belakang, kelihatannya mau menyalip ke kanan. Tapi karena asap dari knalpot truk, mungkin pandangan sopir terganggu," ungkap Wahyudi.

Sesaat setelah itu, terdengar suara benturan keras. Land Cruiser berplat B 1539 CJH itu menghantam sudut kiri kontainer.

Kecelakaan itu terjadi sangat cepat. Kap mobil menghantam sudut kontainer, merobek sisi kiri kendaraan. Di dalam mobil, Hj Nurjannah bersama putranya Fadlan, serta dua penumpang lainnya, Chaerunnisa Haeruddin (23) dan pengemudi Al Qadri Chaeruddin (36), terkejut oleh benturan keras yang membuat Fadlan terlempar keluar.

"Saya hanya bisa mendengar suara benturan. Ketika melihat ke belakang melalui kaca spion, mobil itu sudah terhenti dengan kondisi rusak parah," tutur Wahyudi.

Ia segera menghentikan truk dan keluar untuk memeriksa keadaan. Nurjannah dan putranya yang terluka parah langsung dilarikan ke RS Primaya, namun nyawa keduanya tidak tertolong.