'Colek' AHY, Politisi Demokrat: Keputusan Fraksi Demokrat Dukung RUU IKN telah Melukai Perasaan Banyak Kader

'Colek' AHY, Politisi Demokrat: Keputusan Fraksi Demokrat Dukung RUU IKN telah Melukai Perasaan Banyak Kader

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Taufik Rendusara mengaku bahwa keputusan Fraksi Demokrat di DPR RI mendukung Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah melukasi perasaan banyak kader Demokrat, termasuk dirinya.

Dalam pernyataan melalui akun Twitter pribadinya tersebut, Taufik Rendusara menandai akun Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

“Keputusan fraksi Demokrat mendukung RUU IKN telah melukai perasaan banyak kader, khususnya saya. Bidji! cc @AgusYudhoyono #dapse,” kata Taufil Rendusara pada Rabu, 19 Januari 2022.

Dalam rangkaian cuitannya, Taufik Rendusara juga menyinggung soal pentingnya elite menerima kritik dari kader, aktivis, dan pihak-pihak lainnya.

Ia menilai bahwa kekuatan menerima otokritik ini adalah salah satu yang yang diharapkan dari jargon andalan kepemimpinan AHY, yakni “muda adalah kekuatan”.

“Membuka kotak pandora anti kritik elite sebuah orsospol memang tak mudah,” kata Taufik Rendusara.

“Jargon muda adalah kekuatan, Kekuatan yang mana? Kekuatan seperti apa? Tentu yang diharapkan adalah kekuatan menerima otokritik. Otokritik dari kader, aktivis, cendikiawan, budayawan, sampai kelas menengah ngehek,” lanjutnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi satu-satunya fraksi di DPR yang menolak RUU IKN disahkan menjadi undang-undang.

Penolakan PKS terhadap RUU IKN disampaikan dalam rapat di tingkat panitia kerja (panja) RUU IKN yang digelar pada Senin, 17 Januari 2022 hingga Selasa dini hari, 18 Januari 2022.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, menyatakan menolak RUU tentang IKN untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujar anggota fraksi PKS, Suryadi Jaya Purnama saat membacakan pandangan fraksinya dalam rapat.

Adapun Fraksi Partai Demokrat tetap menerima RUU IKN ini dengan sejumlah masukan kritis.

Sementara, partai-partai lain yang notabene tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi setuju RUU IKN dilanjutkan.