Bupati Lumajang Buru Pria Penendang Sesajen: Saya Minta Segera Ketemu, Apapun Motifnya

Bupati Lumajang Buru Pria Penendang Sesajen: Saya Minta Segera Ketemu, Apapun Motifnya

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Terkait aksi seorang pria tendang sesajen di Gunung Semeru yang sempat viral di media sosial, kini Bupati Lumajang Thoriqul Haq akhirnya angkat bicara.

Diketahui Thoriqul Haq sudah memerintahkan anak buahnya untuk menangkap pria yang sudah meresahkan masyarakat, dirinya ingin tahu apa motifnya melakukan perbuatan tersebut.

Bupati Lumajang Thariqul Haq, bahkan memastikan pria penendang sesajen tersebut bukanlah warga Lumajang karena sudah melanggar tata nilai masyarakat daerah setempat.

“Saya minta semua teman-teman, baik aparat maupun relawan di sana untuk mencari. sampai sekarang belum ketemu, saya minta segera ketemu,” kata Thariq.

Namun hingga saat ini belum dikethaui identitas pasti siapa pria yang ada dalam video tersebut, baik yang melakukan aksi maupun yang merekam video.

“Sampai sekarang belum ketemu pelakunya, saya minta segera ditemukan,” tegasnya.

Lanjut, “Saya pastikan ini bukan orang Lumajang, apapun motifnya tentu saya kecewa dengan tindakan itu, karena melanggar tata nilai di masyarakat lumajang,” tegasnya. Dilansir dari Galamedia. Selasa, 11 Januari 2022.

Seperti diketahui aksi pria berjenggot menggunakan jubbah warna abu-abu dan rompi hitam dengan logo bendera merah putih itu marah lalu menendang dan membuang Sesajen di lokasi Gunung Semeru.

Sambil membuang beberapa Sesajen, pria tersebut meneriakkan takbir. akhirnya video berdurasi 20 detik itupun viral di media sosial setelah diunggah oleh akun twitter @SamSetiawan3833.

Video tersebut menjadi ramai ketika putri presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid, menyayangkan aksi seseorang yang memahami bahwa dunia hanya milik kelompoknya saja.

“Meyakini bahwa sesajen tidak boleh, monggo saja. Tapi memaksakan itu kepada yang meyakininya, itu yang tidak boleh. Repot memang kalau ketemu yang model begini. Susah banget memahami bahwa dunia bukan milik kelompoknya saja,” cuit Alissa.

Banyak yang menilai jika hal tersebut bisa melukai kerukunan antar umat beragama yang ada di kabupaten lumajang.