Bulog Pinrang: Tak Ada Kebijakan Petani Harus Keringkan Sendiri Gabah Sebelum Diangkut ke Gudang

Bulog Pinrang: Tak Ada Kebijakan Petani Harus Keringkan Sendiri Gabah Sebelum Diangkut ke Gudang

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Pinrang- Wakil Pimpinan Cabang Badan Urusan Logistik Pinrang, Haidir, memastikan tidak ada kebijakan yang mengharuskan petani menjemur gabah sendiri sebagai syarat diserap oleh Bulog.

Jangankan kebijakan baru, kebijakan lama pun tak ada.

Hal ini ditegaskan Haidir merespons tudingan salah satu petani Pinrang yang menilai Bulog ingin lepas tanggung jawab karena meminta petani menjemur gabahnya sebelum dijemput. Ide ini disampaikan pihak Bulog saat menggelar pertemuan dengan sejumlah mitra pengadaan di Pinrang, baru-baru ini.

Tudingan petani tersebut lahir karena salah memahami maksud anjuran dari pihak Bulog.
"Tapi kami bisa memahami salah tafsir ini. Niat utama dari anjuran itu adalah mengedukasi petani agar tidak merugi akibat kerusakan gabah," tegas Haidir, di Pinrang, Jumat malam, 18 April 2025.

Haidir menjelaskan, ide mengeringkan gabah itu sebenarnya ditujukan kepada petani yang terlambat melaporkan gabahnya untuk diserap oleh Bulog.

Beberapa petani panen lebih dulu, melapor kemudian ke Bulog saat gabahnya sudah siap dijemput dan dijual. Kondisi ini menyebabkan penjemputan gabah membutuhkan masa tunggu yang lebih lama.

Mengapa? Masa panen yang menghasilkan gabah begitu melimpah dan tersebar di puluhan titik jemput berbeda setiap hari, mengharuskan Bulog mendesain mekanisme komunikasi antara petani dan Bulog untuk menyepakati jadwal penjemputan.

Selain demi efektivitas dan efisiensi waktu, ini dilakukan Bulog sekaligus untuk menyiasati keterbatasan jumlah tim penjemput gabah, termasuk kuli angkut maupun armada angkutan.

Nah, dalam masa tunggu inilah, gabah kering panen di dalam karung bisa rusak. Kerusakan gabah dalam karung itu biasanya tergambar pada perubahan ke warna hitam, berjamur, atau tumbuh kecambah.

Potensi kerusakan itu semakin besar bagi gabah dalam karung dengan kadar air yang agak tinggi.. Kadar tinggi itu di antaranya disebabkan waktu panen turun hujan, atau gabah terkena air paskapanen.