Terkini.id, Jakarta - BPJS Kesehatan menggandeng Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam rangka mengintegrasikan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dalam Program JKN-KIS. Dengan begitu diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal manfaat program JKN-KIS dan ikut mendaftar sebagai peserta.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyebut bahwa alasan menggandeng universitas karena universitas yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi punya peluang besar untuk mengajak masyarakat.
Utamanya kalangan akademisi sebagai akselerator dalam mencapai tujuan pemerintah, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan.
"Mahasiswa dan para akademisi merupakan agent of change yang diharapkan mampu merubah pola pikir masyarakat. Harapannya, seluruh mahasiswa dan para akademisi khususnya di lingkungan Universitas Negeri Semarang mampu mengedukasi masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS bukan saat sakit tetapi mendaftar dengan tujuan melindungi diri dan membantu masyarakat yang sakit melalui iuran JKN-KIS yang dibayarkan setiap bulan," kata Ghufron, Minggu 31 Oktober 2021.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Ghufron bahwa kerja sama yang terjalin bukan hanya dalam rangka penyelenggaraan program JKN-KIS saja.
Tetapi juga dalam rangka meningkatkan sinergi terkait pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Sekaligus mendorong peningkatan kapasitas SDM, penyediaan tenaga ahli, seminar, lokakarya dan diskusi kelompok terarah.
Selanjutnya, Ghufron menambahkan, per Oktober 2021 jumlah peserta yang terdaftar di Klinik Puslabkes UNNES sebanyak 7.879 jiwa. Dia pun mengapresiasi pihak UNNES atas sinergi dalam pelayanan kesehatan kepada peserta yang terdaftar di Klinik Puslabkes.
"Kami berharap, kerja sama dan sinergi antara BPJS Kesehatan dengan Universitas Negeri Semarang dapat memberikan manfaat timbal balik bagi seluruh pihak dalam meningkatkan kesehatan dan kemajuan bangsa, khususnya bagi mahasiswa dan akademisi di lingkungan Universitas Negeri Semarang," tambah Ghufron, yang dilansir dari Detikcom.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Semarang, Fathur Rokhman menyampaikan kesehatan adalah aset individu, aset bangsa, sekaligus aset kolektif umat manusia.
Oleh karena itu, selain upaya-upaya personal, kesehatan juga harus dijaga dengan mengembangkan sistem kesehatan kolektif yang bersifat nasional dan global secara terpadu dan terencana.
Hal ini mengingat penyakit menular tidak mengenal teritori politik sehingga upaya menjaga kesehatan benar-benar harus dilakukan secara kolektif dan komprehensif.
"Kita beruntung memiliki regulasi yang relatif lengkap terkait jaminan kesehatan. Peraturan perundang-undangan ini telah menjadi dasar dan panduan dalam memelihara dan mengembangkan kesehatan nasional bangsa Indonesia, termasuk berbagai program studi kesehatan termasuk UNNES memiliki program studi kesehatan masyarakat dan ilmu gizi yang juga punya peran sentral dalam menjaga kesehatan masyarakat," tandasnya.
Adapun harapan Fathur, Universitas Negeri Semarang dapat tumbuh serta segera memiliki program studi kesehatan lain, yaitu studi kedokteran. Hal ini agar UNNES bisa semakin berkontribusi terhadap kesehatan nasional.










