Informasi yang beredar tanpa konteks atau verifikasi dapat mempengaruhi keputusan individu maupun komunitas.
Beberapa ciri informasi kebencanaan yang perlu dicermati antara lain tidak mencantumkan sumber resmi.
Narasi yang digunakan cenderung sangat emosional.
Informasi sering disertai ajakan untuk segera menyebarkan pesan.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat dianjurkan untuk berhenti sejenak sebelum mempercayai atau membagikan informasi.
Pemeriksaan terhadap asal informasi, waktu pembuatan, dan kesesuaiannya dengan pembaruan resmi menjadi langkah sederhana namun penting.
Akses Informasi Resmi Menjadi Rujukan Utama
Di Indonesia, informasi kebencanaan tersedia melalui berbagai kanal resmi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyediakan informasi terkait cuaca dan gempa bumi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta BPBD daerah menyampaikan pembaruan kondisi lapangan dan himbauan resmi.
Media massa yang kredibel juga berperan sebagai rujukan informasi.










