Informasi tersebut tidak selalu disertai sumber resmi dan tidak sejalan dengan pembaruan dari instansi terkait.
Mekanisme penyebaran cepat di media sosial membuat pesan semacam ini dapat tersebar luas dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut kemudian mempengaruhi persepsi dan respons masyarakat.
Informasi Keliru Kerap Muncul Saat Situasi Darurat
Fenomena serupa juga kerap muncul setelah kejadian gempa bumi yang dirasakan di sejumlah daerah.
Video tsunami Jepang 2011 dan gempa Palu 2018 sering diunggah kembali dengan narasi seolah-olah itu adalah kejadian terkini di pesisir Jawa atau Sumatra.
Melalui pesan berantai di WhatsApp yang menggunakan kata-kata "Segera sebarkan sebelum terlambat" dan "Jakarta akan tenggelam," yang bertujuan memicu panic buying atau pengungsian dini tanpa instruksi resmi.
Tidak lama setelah guncangan terjadi, media sosial sering dipenuhi berbagai spekulasi mengenai gempa susulan atau potensi tsunami tersebut.
Informasi ini umumnya muncul sebagai bentuk kekhawatiran dan upaya saling mengingatkan.
Namun tanpa merujuk pada pernyataan resmi, informasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik dan infrastruktur.










