Ia berharap forum ini dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman terbaik antar tenaga medis, sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang kuat, baik nasional maupun internasional.
“Hasil dari forum ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelayanan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, menegaskan bahwa WISE bukan sekadar simposium ilmiah, melainkan ruang kolaborasi antara ilmu pengetahuan, pengalaman klinis, inovasi teknologi, dan nilai kemanusiaan.
“WISE menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk memperkuat peran sebagai rumah sakit rujukan nasional, rumah sakit pendidikan, dan pusat pengembangan layanan unggulan di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa layanan kardiovaskular masa depan harus bersifat menyeluruh, tidak hanya berfokus pada tindakan medis semata.
“Layanan kardiovaskular yang maju mencakup promotif dan preventif, skrining faktor risiko, deteksi dini, respons kegawatdaruratan, diagnostik yang tepat, intervensi cepat, hingga rehabilitasi jantung serta pemantauan jangka panjang berbasis komunitas,” tandasnya.










