Bahas Penyakit Mematikan, RSUP Wahidin Hadirkan Pakar Dunia di WISE 2026

Bahas Penyakit Mematikan, RSUP Wahidin Hadirkan Pakar Dunia di WISE 2026

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo menggelar forum ilmiah bertaraf internasional bertajuk Wahidin Sudirohusodo International Symposium Event (WISE) 2026, Sabtu 25 April 2026 di Lantai 8 Gedung Perawatan Ibu dan Anak.

Sebagaimana diketahui, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 rumah sakit tersebut dengan mengusung tema “Advancing Comprehensive Cardiovascular Care”.

Simposium ini menghadirkan sejumlah pakar kardiovaskular dunia, di antaranya Prof. Takashi Ashikaga dari Jepang, Dr. Marvin Martinez dari Filipina, serta Wan Nurisa binti Wan Ibrahim dan Siti Hajar binti Fadzil dari Malaysia.

Ketua panitia yang juga Direktur Layanan Operasional, dr. Marsella Wahyuni Olii, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik di internal rumah sakit maupun secara nasional.

<img src="https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2026/04/makassar_224da32d36c609adfc91bbf7938df5ac.jpg" alt="WISE 2026" />
Bahas penyakit mematikan, RSUP Wahidin Makassar gelar WISE 2026 dengan menghadirkan pakar dunia untuk penguatan layanan kardiovaskular terpadu.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-33 RS Wahidin. Kami percaya forum ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya di RS Wahidin, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, simposium yang diikuti sekitar 1.100 peserta ini digelar secara hybrid guna memperluas jangkauan serta dampak keilmuan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, dr. Azhar Jaya, turut mengapresiasi penyelenggaraan WISE 2026.

Ia menilai forum ini memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan kardiovaskular yang komprehensif di Indonesia.

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian, baik di dunia maupun di Indonesia. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi multidisiplin, serta memanfaatkan teknologi dan inovasi medis secara optimal,”pungkasnya.