Wujudkan Pemilukada Damai, FKUB Sulsel Ngopi Rukun Bersama Mahasiswa se Sulawesi Selatan

Wujudkan Pemilukada Damai, FKUB Sulsel Ngopi Rukun Bersama Mahasiswa se Sulawesi Selatan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan kegiatan Ngopi-Rukun bersama mahasiswa se Sulawesi Selatan (Sulsel).

Adapun kegiatan tersebut diselenggmarakan pada hari Kamis 14 November 2024 di Hotel Remcy Panakkukang Makassar dengan ema "Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Pemilukada Damai".

Sebagaimana diketahui bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong mahahasiwa agar terlibat aktif menyalurkan hak suaranya pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Selain itu, mereka juga diharapkan menjadi kontrol sosil dalam mewujudkan pemilukada damai di Sulawesi Selatan.

Ketua Umum FKUB, Prof. Dr. Wahyuddin Naro, M.Hum menuturkan bahwa negeri yang kita cintai ini, Indonesia, terlalu sayang untuk dihancurkan oleh mekanisme politik lima tahunan ini. Sebab, kata dia negeri ini terlalu indah dengan keragamannya, namun kita juga menyadari hal tersebut dapat dirusak dalam sehari.

“Indonesia ini adalah negeri yang aneh. Sebab, memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi. Kita telah menikmatinya selama 79 tahun. Oleh sebab itu, keragaman ini penting untuk dihayati dan dirayakan,"bebernya.

"Pemilukada kali ini mungkin saja bisa menjadi momentum disintegrasi bangsa. Namun tentu saja kita tidak pengharapkanya" sambungnya.

Wujudkan Pemilukada Damai, FKUB Sulsel Ngopi Rukun Bersama Mahasiswa se Sulawesi Selatan

Sedangkan Kepala Badan Kesbangpol, Ansyar, S.TT.P., M.A.P ikut mengapresiasi FKUB kerena telah menjadi mintra stategis pememintah dalam mewujudkan pemilu damai.

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa anggaran Pemilukada kali ini mencapai hampir 2 T. Namun anggaran yang demikian besar ini bisa tidak beberti jika kita tidak dapat mewujudkan Pemilukada yang damai.

"Pemilukada kali ini menelan anggaran hampir 2 T. Uang ini adalah uang rakyat yang dikelola oleh negara. Olehnya itu, jangan sampai anggaran sebanyak itu sia-sia akibat kelakuan kita sendiri,” terang Ansyar.

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang fungsionaris Lembaga kemahasiswaan se Sulawesi Selatan. Masing-masing dari mereka merupakan delegasi dari organisasinya.

Setidaknya tercatat terdapat 17 lembaga kemhaisiswan intel seperti, BEM UNM, Dema dan Sema UIN, Dema Unhas, dll., sebanyak 13 organisasi yang beregerak di luar kampus, seperti: HMI, PMII, IMM., dan lain-lain.