Terkini.id, Makassar - Warga mengeluhkan jalan berlubang di depan Pasar Antang, Kecamatan Manggala. Jalan yang menjadi penghubung antara Makassar-Gowa tersebut dinilai mengancam keselamatan pengendara.
"Banyak lubangnya, apalagi kalau hujan, otomatis lubangnya tertutup genangan air. Jadi sudah beberapa kali hampir jatuh," kata Lisa, warga yang berdomisili di Kecamatan Manggala, Kamis, 4 Februari 2021.
Kendati beberapa lubang sudah tertutup dengan beton, namun hal itu tak menyeluruh. Sebab, masih ada area yang sama sekali tak tersentuh perbaikan.
"Saya lihat sudah ada beberapa yang ditutup beton, tapi ada juga yang belum, itupun masih tetap bergelombang, karena jalannya jadi tidak rata," jelasnya.
Menanggapi hal itu, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan pengerjaan jalan tersebut dilakukan secara bertahap.
"Itu baru jalan provinsi, belum jalan kabupaten, belum jalan nasional," terangnya.
Rudy mengatakan di masa pemerintahan Nurdin Abdullah pada tahun 2018, pemantapan jalan sudah selesai sekitar 58 persen.
"Itu artinya masih ada 42 persen jalan yang rusak di Sulawesi. Sekitar 280 km masih jalan tanah, dan 180 KM jalan rusak berat, termasuk jalan berlubang," kata Rudy.
"Dan di tahun 2019, kita tingkatkan kemantapan jalan sesuai kemampuan anggaran, mencapai 62 persen, sementara di 2020 kita tingkatkan lagi menjadi 70 persen. Jadi masih ada 30 persen," sambungnya kemudian.
Mengingat anggaran terbatas, Rudy menargetkan perbaikan pada tahun 2021 hingga 80 persen.
"Nanti kita programkan lagi, tentu berdasarkan skala prioritas. Tidak mungkin jalan ini ditangani sekaligus. Mungkin bisa sampai 75 persen, atau bahkan 80 persen," tuturnya.
Rudy pun mengakui masih banyak masyarakat yang menggunakan jalan tanah.










