Sejalan dengan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
"Pendekatan ini, untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh," kata Appi menutup naskah teks pidato.
Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah telah menetapkan lima kebijakan strategis.
Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Lanjut dia, program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
"Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, sementara digitalisasi melalui penyediaan papan interaktif digital telah digunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan," kutip orang nomor satu Makassar itu.
Appi melanjutkan, pin Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan.
Pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
Selain itu, berbagai pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, serta penguatan kemampuan bahasa juga terus diberikan.
"Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan pemberian insentif, termasuk bagi guru honorer," tuturnya.










