Terkini.id, Jakarta - Nong Darol Mahmada ungkap data TNI dan Polri yang terpapar radikalisme. Dirinya juga menyampaikan bahwa ada potensi perpecahan dan perang saudara dalam tubuh aparan keamanan negara.
Pendapat Nong Darol Mahmada awalnya adalah respon ia kepada pidato Jokowi yang menyinggung anggota TNI dan Polri serta keluarga mereka, yang kerap mengundang penceramah radikal.
Kemudian, Nong Darol menyampaikan hipotesa bahwa akan terjadi perpecahan dan perang saudara jika sampai radikalisme benar-benar menyusupi TNI dan Polri.
"Jenderal Ryamizard pernah mengatakan ada sekitar 3 % anggota TNI dan Polri yang terpapar radikalisme," ujar Nong Darol dalam video yang diunggah channel youtube Cokro TV, pada Kamis, 3 Maret 2022, dengan judul 'Penceramah Radikal Intai TNi
"Jenderal Ryamizard menyebutkan bahwa sikap mereka yang sudah terpapar, tidak berpegang lagi pada nilai-nilai Pancasila," ujar Nong Darol melanjutkan.
"Data 3 % ini disampaikan di tahun 2019, dan kalau memang ini benar, bisa dibilang luar biasa," ujar Nong Darol melanjutkan.
"karena kalau dibiarkan bisa-bisa akan membesar!," ujar Nong Darol melanjutkan.
"Kondisi inilah yang kemudian diingatkan kembali oleh Presiden Jokowi tentang ancaman penceramah radikal," ujar Nong Darol melanjutkan.
"Pidato Presiden Jokowi dalam rapim TNI-Polri Selasa 1 Maret kemarin dengan jelas mengatakan bahwa radikalisme telah menyusup pada keluarga TNI-Polri, melalui penceramah radikal," ujar Nong Darol melanjutkan.
Menurut Nong Darol, hal tersebut dapat menimbulkan perang saudara di tubuh aparat keamanan di Indonesia.
"Kita gak bisa membayangkan bahayanya kalau sampai TNI-Polri terpapar radikalisme," ujar Nong Darol melanjutkan.
"Akan terjadi perpecahan dan perang saudara di tubuh aparat keamanan!," ujar Nong Darol menjelaskan.










