Terkini.id - Pemerintah Uni Emirat Arab tertarik membantu Indonesia membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Ketertarikan tersebut karena melihat Indonesia memiliki kapasitas, sumber daya dan posisi strategis di tatanan internasional.
Ketertarikan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail Mohammed Al Mazrouei dalam Forum Bisnis Indonesia-Persatuan Emirat Arab pada Kamis, 4 November 2021 di Dubai.
“Pemerintah PEA (UEA) memiliki minat tersendiri akan pembangunan ibu kota baru Indonesia. Di samping itu kami juga melihat minat dari sektor swasta PEA. Kami memerlukan bimbingan dari Presiden Jokowi dan jajaran menteri agar komitmen kami dapat terwujud dengan baik,” ucap Suhail dalam keterangan tertulis Kementerian Investasi mengutip Tempo, Senin, 8 November 2021.
Melansir Tempo, Menurut Suhail, UEA ingin bekerja sama dengan Indonesia bukan hanya lantaran karakteristik negara yang besar dengan komunitas muslim terbesar. Namun, kata dia, Indonesia memiliki kapabilitas, sumber daya, serta posisi strategis di tatanan internasional.
Suhail menyatakan apresiasinya atas hubungan yang dekat antara pemimpin Indonesia dan UEA. Ia menyebut kedua negara sudah seperti saudara.
Indonesia mengantongi total komitmen investasi senilai US$ 44,6 miliar atau sebesar Rp639 triliun dari forum bisnis di UEA. Pertemuan bisnis tersebut dihadiri oleh sembilan perusahaan di UEA yang sudah memiliki minat investasi ke Indonesia, baik untuk investasi baru maupun untuk perluasan.
Ada beberapa perusahaan menyampaikan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia dengan menambahkan perjanjian business-to-business. Perusahaan-perusahaan itu ialah Al Dahra Group, Yas Holding, Emirates Global Alumunium, Damac Properties, dan AMEA Power.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya menyampaikan ada tiga sektor pembangunan yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia dan UEA.
"Di antaranya pembangunan ibu kota baru Indonesia, investasi bidang transisi energi, serta perdagangan melalui kerja sama Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA)," sebutnya.










