Terkini.id, Jakarta- Ibunda dari mahasiswi asal Mojokerto yang tewas usai menenggak racun di makam sang ayah menyatakan bahwa dirinya menolak untuk mengautopsi jenazah putrinya.
Dia menjelaskan bahwa beliau tidak ingin kematian sang putri dibesar-besarkan.
FZ meminta kepada semua pihak untuk tidak membesar-besarkan kematian putrinya, NWR. Ibunda dari anak tersebut, hanya meminta doa atas kematian sang putri tercinta.
Dilansir dari detik.com, pada Minggu, 05 Desember 2021, FZ mengungkapkan "Saya memang tidak bersedia anak saya diautopsi atau pun dilakukan tindakan lain. Karena memang ya sudahlah ini musibah keluarga saya," jelasnya.
"Jadi, saya tidak ingin membesar-besarkan masalah ini apapun. Saya ingin doa dari anda semuanya agar anak saya diampuni. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanan ini dan atas segala yang meresahkan masyarakat," imbuhnya dikutip dari detik.com.
Sebelumnya, NWR yang merupakan seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Malang tersebut, ditemukan tewas di makam sang ayah di daerah Islam Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko pada Kamis, 02 Desember 2021 sekitar pukul 15.30 WIB.
Hasil penyelidikan menyebut bahwa NWR diduga tewas usai menenggak sebuah cairan racun yang dia bawa dalam botol plastik.
Racun tersebut diduga merupakan jenis potasium yang dicampur dengan teh. Namun, polisi masih menunggu hasil identifikasi pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
Hal tersebut dilakukan terhadap sisa cairan yang diminum korban untuk memastikan kembali jenis racun yang dikonsumsi.
Sementara itu, Bripda berinisial RB yang merupakan kekasih dari sang korban, resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan aborsi yang dia lakukan terhadap NWR.










