Kemudian masih adanya masalah penentuan kawasan parkir yang belum jelas, termasuk di Jalan Nasional dan Jalan Provinsi. Ia berharap ada pengoptimalan regulasi yang mengatur tentang pengelolaan, dan sanksi dalam perparkiran.
“Lalu masih kurang SDM baik dalam kualitas maupun kuantitas, lalu tidak adanya kantor unit pembantu perwilayah atau kecamatan untuk desentralisasi kewenangan,” tuturnya.
Dia mengatakan telah menargetkan program jangka panjang hingga 2024, di mana 14 kantor unit akan dibangun, mendorong Mobile App yang akan diberi nama Parkir Ta hingga member parking.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menekankan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pendapatan parkir di Makassar. Hal itu ia sampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pendapatan yang sempat dihelat di Bali beberapa hari lalu.
Potensi Parkir Bisa Capai Rp 1 Triliun Per Tahun
Danny Pomanto pun melakukan kalkulasi kasar. Ia mengatakan ada 1,5 juta kendaraan roda dua dan 400 ribu kendaraan roda empat di Kota Makassar. Dari data tersebut, ia menilai kontribusi PD Parkir bisa mencapai Rp1 triliun.
“Masa tidak dapat Rp500 milliar, makanya ini PD Parkir perlu dibantu,” jelasnya.
Dia juga telah meminta seluruh OPD untuk membantu pengoptimalan pendapatan PD Parkir. Ia meminta ada revolusi terhadap perparkiran di Makassar ini.
Jika mengacu pada kota-kota besar, seperti Tokyo dan London, parkir disebut menjadi salah satu pemasukan terbesar bagi sebuah kota.
“Makanya ini haruslah jadi fokus kita,” tegasnya.










