Terkini.id, Makassar - Tiga remaja tewas akibat pesta miras oplosan yang dilakukan di salah satu rumah kos di Jalan Sanrangan, Kelurahan Sudiang Raya, di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Ketiga korban tersebut yaitu, Achmad Alif Rian Nisar usia 16 tahun yang juga mendapatkan perlakukan penganiayaan, Reski Perdana dan Rahmat Fajar usia 16 tahun.
Dari ketiga korban yang meninggal tersebut, salah satu yaitu, Achmad Alif sempat dianiaya, bahkan beredar video penganiayaan di media sosial.
Selain itu 5 orang sempat dirawat di rumah sakit berbeda di Makassar, namun kelima orang tersebut dikabarkan mulai membaik dan sudah keluar dari rumah sakit.
Polisi dari Polrestabes Makassar telah mengamankan salah satu remaja berinisial AF (16 tahun). Selain itu polisi juga mengamankan 2 jerigen bekas alkohol 96 persen, dua botol bekas minuman bersoda, 1 botol bekas anggur dan gelas. Barang bukti tersebut merupakan bahan baku untuk membuat miras oplosan.
“AF ini yang membawa dua jerigen alkohol 96 persen yang ditemukannya di salah satu rumah kosong di dekat rumahnya,” kata Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan Hutagaol, di kantornya, Rabu 1 Maret 2023.
AKBP Ridwan Hutagaol mengungkapkan, pesta miras tersebut diikuti belasan orang, mereka melakukan pesta miras oplosan selama dua hari berturut-turut di tiga lokasi berbeda.
Di lokasi pertama pada tanggal 20 Februari 2023, pesta miras dilakukan di salah satu bengkel yang diikuti sekitar 8 orang.
Kemudian pada 21 Februari 2023, di pagi hari mereka melanjutkan pesta miras di salah satu SMK di Makassar yang diikuti 6 orang.
Di hari yang sama pada malam hari kembali melakukan pesta miras bersama 12 orang, di salah satu rumah kost di Jalan Sanrangan, Kelurahan Sudiang Raya.
“Mereka ini selalu bersama-sama melakukan pesta miras, tidak ada unsur pemaksaan atau dicekoki,” terangnya.
Terkait dengan video viral yang memperlihatkan penganiayaan terhadap Achmad Alif diduga menolak ikut pesta miras oplosan tersebut.
Ridwan menjelaskan bahwa bukan karena korban yang dianiaya tersebut karena menolak ikut pesta miras, melainkan karena mereka sama-sama mabuk, kemudian yang dianiaya dalam video tersebut dikabarkan sempat mencabut badik (senjata tajam), kemudian dipukul dan ditendang seperti yang terlihat di dalam video viral tersebut.
"Jadi bukan karena dipaksa, karena jelas mereka ini selalu bersama-sama pesta mirasa," jelasnya.










