Terkait dengan video viral yang memperlihatkan penganiayaan diduga menolak ikut pesta miras oplosan tersebut.
Ridwan menjelaskan bahwa bukan karena korban yang dianiaya tersebut karena menolak ikut pesta miras, melainkan karena mereka sama-sama mabuk, kemudian yang dianiaya dalam video tersebut dikabarkan sempat mencabut badik (senjata tajam), kemudian dipukul dan ditendang seperti yang terlihat di dalam video viral tersebut.
"Jadi bukan karena dipaksa, karena jelas mereka ini selalu bersama-sama pesta miras," jelasnya.
Mereka yang ikut dalam pesta miras oplosan yang diracik dengan alkohol 96 persen, minuman bersoda dan anggur, tiga orang tewas dan lima orang dirawat di rumah sakit berbeda di Makassar.
“Yang diamankan ini juga sempat dirawat di rumah sakit, setelah sembuh ia dibawa langsung oleh orang tuanya ke Polrestabes Makassar. Yang lain sudah kita introgasi, semuanya sudah keluar dari rumah sakit,” ujarnya.
Adapun korban tewas adalah, Achmad Alif Rian Nisar usia 16 tahun yang juga mendapatkan perlakukan penganiayaan, Reski Perdana dan Rahmat Fajar usia 16 tahun.










