Terkini.id, Jakarta - Seorang pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Malang menjadi korban meninggal dunia pada Sabtu 10 Apri 2021. Istrinya ikut meninggal dunia.
Seperti diketahui, gempa dengan magnitudo 6,7 itu telah menelan korban setidaknya 8 korban meninggal dunia.
Dua di antaranya adalah korban pasangan suami isteri Ahmad Fadholi dan Sri Yani.
Ahmad Fadholi merupakan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Melansir dari nu.online, saat gempa terjadi, pria yang berdomisili di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari bersama istrinya, Sri Yani, tengah bepergian mengunjungi keluarganya di kota Lumajang.
Keduanya berboncengan dengan memakai kendaraan roda dua, menyusuri jalur lintas selatan yang dikenal cukup rawan karena melewati pegunungan dengan jalan berliku dan terdapat tebing-tebing curam di kanan kiri jalan.
Saat keduanya melintasi jalur piket nol di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, tiba-tiba gempa bumi terjadi.
Akibat guncangan gempa yang cukup dahsyat, tiba-tiba beberapa batu besar yang berada di perbukitan sisi jalan, dengan posisi cukup tinggi, jatuh dan menimpa pasangan tersebut.
“Keadaannya cukup parah, keduanya tertimpa batu besar. Saya dan teman-teman yang ikut mengevakuasi tidak tega melihatnya,” ujar Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Lumajang, M Ridwan di Lumajang, Sabtu malam.
Fadholi meninggal di tempat kejadian. Sedangkan istrinya meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Haryoto, Lumajang. Fadholi dikenal sebagai sosok yang sangat aktif di LP Ma’arif. Menurut Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Lumajang, Muhammad Yamin, komitmen Ahmad Fadholi terhadap tugas yang diembannya cukup tinggi.
“Kalau ada apa-apa terkait dengan urusan Ma’arif, ia langsung bertindak, tanpa harus diperintah,” ucapnya.
Ia mengaku terkejut, bahkan sempat meneteskan air mata saat tahu Fadholi dan istrinya meninggal akibat gempa. Katanya, almarhum adalah orang baik, sangat bertanggungjawab terhadap tugas-tugas ke-NU-an. Meskipun tempat tinggalnya cukup terpencil (Desa Tempurejo), jauh dari kota, dan dikelilingi pegunungan. Namun ia cukup tangkas dalam bekerja, mengabdi untuk kepentingan NU.
“Komitmennya tinggi dalam mengabdi untuk NU, Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” pungkasnya.










