Terkini.id, Jakarta – Kabar terkait tanggal Pemilu serentak 2024 yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 tampaknya belum membuat semua pihak merasa lega.
Pasalnya, belum ada ketegasan dari Presiden Jokowi bahwa dirinya menolak perpanjangan masa jabatan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule pun ikut mengurai sejumlah keraguan yang muncul dibenaknya tentang pelaksanaan Pemilu 2024.
Pertama, adalah keraguan pada ucapan Presiden Jokowi, yang mana seperti diketahui bahwa tindakan presiden sudah sering berbeda dengan apa yang diucapkan.
Kedua, adalah kondisi keuangan negara yang sedang krisis akibat berbagai hal. Mulai dari utang, pembangunan infrastruktur ugal-ugalan, hingga dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Jadi masih yakin kah pemilu (pilpres/pilkada) bisa dilaksanakan sesuai jadwal, 14 Februari 2024?” tanya Iwan, Minggu 17 April 2022, dilansir dari Liputan6.
Menurutnya, perlu garansi besar yang ditunjukkan oleh pemeritah agar rakyat yakin bahwa pemilu memang akan digelar pada tahun 2024.
Salah satunya adalah dengan menyetujui anggaran pemilu yang diajukan penyelenggara negara.
“Selama anggaran pemilu belum disetujui dan diketok, tak ada jaminan,” tegas Iwan Sumule.
Sependapat dengan hal tersebut, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) juga meminta DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkomitmen untuk membahas anggaran Pemilu 2024 di masa reses.
"Jika anggaran pemilu belum bisa ditetapkan sampai dimulainya tahapan pemilu, tentu akan mengganggu jalannya tahapan," ujar Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati, Sabtu 16 April 2022.










