Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menanggapi pernyataan Staf Khusus Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (Stafsus BPIP), Romo Antonius Benny Susetyo terkait cuitan diduga provokatif.
Dalam hal ini, Mustofa Nahrawardaya mengatakan dengan tegas bahwa, seharusnya Romo Antonius Benny Susetyo atau yang biasa disapa Romo Benny Susetyo untuk meminta maaf secara terbuka kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Hal tersebut disampaikan Mustofa Nahrawardaya melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @TofaTofa_id pada Senin, 22 November 2021.
“Harusnya Romo Benny Susetyo minta maaf terbuka terhadap MUI,” Kata Mustafa, dikutip Terkini.id dari akun Twitter @TofaTofa_id pada Selasa, 23 November 2021.
Untuk diketahui, dalam hal ini, Politisi Partai Ummat tersebut juga mengunggah sebuah hasil tangkap layar cuitan Romo Benny Susetyo.
Dari hasil tangkap layar cuitan tersebut, terbaca dengan jelas bahwa Stafsus BPIP tersebut menuliskan kalimat yang diduga provokatif.

“MUI harus berbenah, jangan jadi sarang kelompok radikal,” tulis Benny Susetyo, seperti dilihat Terkini.id dalam unggahan Mustofa Nahrawardaya.
Kemudian, Mustofa Nahrawardaya juga menjelaskan bahwa tulisan Romo Benny Susetyo tersebut, meskipun sudah dihapus, tidak menghilangkan adabnya yang keterlaluan terhadap MUI.
“Tulisan beliau, meskipun sudah dihapus, tak menghilangkan adabnya yang keterlaluan tersebut,” ujar Mustofa.
Lebih lanjut, Politisi Partai Ummat tersebut menjelaskan bahwa Romo Benny Susetyo adalah elit dari Konferensi Waligereja Indonesia, tidak pantas menuliskan kalimat diduga provokatif tersebut.
“Beliau adalah elit Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tak pantas melakukan itu,” Pungkas Mustofa Nahrawardaya.










