Tak Rela Kiai Miftah 'Hengkang' dari MUI, Buya Anwar: Kami Ingin Beliau Tetap Terus Menjadi Pimpinan Kami

Tak Rela Kiai Miftah 'Hengkang' dari MUI, Buya Anwar: Kami Ingin Beliau Tetap Terus Menjadi Pimpinan Kami

Merry Lestari

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Tak rela sang pimpinan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas meminta kepada Nahdlatul Ulama (NU) agar tetap mengizinkan KH Miftachul Akhyar menjadi pimpinan mereka.

Hal tersebut diungkap Buya Anwar, sapaannya, dalam sebuah surat terbuka yang menyentuh dan menyahat hati.

Surat tersebut dibuatnya usai mendengar pengumuman mundurnya Kiai Miftah dari kursi Ketua Umum MUI pada Rabu, 9 Maret 2022 sore, saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat.

Anwar Abbas mengaku, dirinya begitu sedih dan bingung dengan keputusan ini. Surat itu sendiri diberi judul ‘suara hati kami dari MUI’.

“Saya benar-benar sedih dan berduka serta bingung dan tidak tahu akan bicara apa. Beliau KH Miftahul Akhyar kami pilih untuk menjadi Ketua Umum kami di MUI dengan suara bulat tanpa ada lonjong sedikitpun,” tulisnya, dikutip dari Kompas.tv, Kamis 10 Maret 2022.

Menurutnya, Kiai Miftah, sapaan akrab KH Miftachul Akhyar adalah seorang tokoh dan ulama serta pemimpin yang sangat rendah hati. Dia sangat dibutuhkan dan diharapkan untuk memimpin MUI.

“Beliau bisa mempersatukan umat, tapi herannya saya, mengapa NU tidak membolehkan dan merelakannya bagi melaksanakan tugas suci dan mulia tersebut sehingga saya benar-benar jadi bingung sendiri dibuatnya,” tulis Buya Anwar dalam surat terbukanya itu.

Ketua PP Muhammadiyah itu lantas menjelaskan, pihaknya sangat ingin KH Miftachul Akhyar tidak mundur dari MUI.

Bahkan, secara terbuka ia meminta kerendahan hati NU untuk membolehkan Kiai Miftah rangkap jabatan.

“Terus terang kami butuh Bapak KH Miftahul Akhyar untuk menjadi pimpinan kami. Tugas itu sudah beliau laksanakan dengan baik lebih dari satu tahun sehingga kami sudah merasa sangat dekat dan sangat sayang serta mencintai diri beliau sebagai pemimpin kami," tutur Buya Anwar.

"Untuk itu kepada pimpinan dan warga NU kami ingin sampaikan bahwa kami ingin beliau tetap untuk terus menjadi pimpinan kami,” urainya lagi.