Tagar Mahasiswa Melawan Trending, Netizen: Lupakan Cipayung Plus Tai!

Tagar Mahasiswa Melawan Trending, Netizen: Lupakan Cipayung Plus Tai!

Muh Ikhsan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta Tagar mahasiswa melawan trending di Twitter, bertepatan dengan aksi demonstrasi yang diinisasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Berdasarkan flyer yang diterima, salah satu tuntutan itu adalah mendasak pemerintah menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok hingga tetap menyelenggarakan Pemilu 2024.

Koordinator BEM SI, Luthfi Yufrizal mengatakan, estimasi jumlah pendemo yang akan turun ke jalan diperkirakan mencapai 500 orang.

Aksi demonstrasi ini menjadi pengingat kepada pemerintah bahwa mahasiswa tidak tidur, dan akan tetap kritis terhadap kebijakan yang ditetapkan.

Selain itu, aksi mahasiswa memang selalu ditunggu sebab selama ini dinilai hilang, seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, organisasi mahasiswa Cipayung Plus justru berkunjung ke Istana bertemu Presiden Joko Widodo.

Kunjungan yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa Cipayung Plus dinilai sebagai matinya daya kritis mahasiswa. Namun dengan adanya demonstrasi yang diinisiasi oleh BEM SI, hal itu menjadi penegasan bahwa tidak semua mahasiswa memilih apatis.

Akun @LastRevolter bahkan dengan tegas menghina Cipayung Plus sebab dinilai sebaagai cukong kekuasaan. Menurutnya, Cipayung Plus tidak ubahnya seperti kotoran.

“Lupakan Cipayung Plus Tai” ujarnya.

Sementara menurut akun @Hmmurahmurahhm2 mengatakan, bahwa sudah tepat mahasiswa kembali turun ke jalan. Sebab permasalahan yang terjadi saat ini sudah sangat akut dan perlu perlawanan.

“Kasihan Emak Emak Di Adu Dgn Mafia Minyak Goreng, Antri Minyak Goreng Berjam jam Hingga Ada Yg Meninggal,” ujar akun tersebut.

Hal yang sama juga dikemukakan @w1n4__ yang berterimakasih kepada mahasiswa yang telah turun menyuarakan suara-suara kritis.

“Terima kasih untuk mahasiswa yang hari ini turun ke jalan. Yang menyuarakan aspirasi bagi rakyat yang sudah lelah bersuara. Terima kasih, karena dengan melihat kalian, asa yang tadinya melemah seperti ditepuk perlaha, lalu dibisikkan. Masih ada harapan,” ujarnya.