Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh'

Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh'

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Makassar – Aksi rusuh yang kembali terjadi di depan DPR pada Senin 30 September 2019 kemarin, tidak berhenti di media sosial. Seperti diketahui, peristiwa rusuh di depan DPR kemarin juga diramaikan para siswa STM. Nah, di media sosial seperti di twitter, ramai postingan chat Whatsapp Group para siswa STM Jakarta yang isinya menunjukkan anak-anak STM tersebut sebenarnya dibayar untuk merusuh. Dalam percakapan tersebut, anggota grup yang disebut anak STM mengeluhkan bayaran mereka yang belum juga cair. "Duit mane nih, kampret aus," jelas salah satu anggota grup yang disebut anak STM. Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh' Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh' Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh' Belakangan, kembali ramai di facebook lantaran beberapa netizen mengecek nomor-nomor kontak yang tercantum dalam grup tersebut. Beberapa netizen mencoba mengecek nomor kontak dalam grup WA tersebut, melalui situs pengecek pemilik nomor kontak yakni truecaller.com, atau melihatnya di fitur search profile line. Diketahui, menurut netizen tersebut, nomor-nomor dalam WAG itu pemiliknya adalah anggota polisi. Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh' Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh' Buzzer-buzzer Istana pun dituding menjadi dalang rekayasa tersebut. "Meskipun twitter dipenuhi buzzeRp-buzzeRp istana, tetap banyak netijen cerdas yang mencoba melakukan verifikasi. Eh usut punya usut saat nomor-nomor di WAG itu ditelpon oleh orang-orang pakai truecaller dan dicek nomornya di "search profile" Line, ternyata pemilik nomor-nomor ini adalah polisi," tulis salah seorang netizen, Abdullah Zed Munabari. https://www.facebook.com/doullach.zed/posts/10212320433564780 Selain Abdullah, tudingan polisi provokator juga disampaikan akun twitter Ustaz Maaher at-Thuwalibi. Ramai di Medsos, Polisi Dituding Manipulasi Informasi soal 'Anak STM Dibayar untuk Rusuh' Ustaz yang akrab disapa Usatz Maher itu menyebut ‘ternyata polisi yang provokator’ dengan tanda tanya.

Tanggapan Polri

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan pemilik akun yang menuding polisi merekayasa informasi itu sengaja melakukan propoganda di media sosial, mengingat suasana aksi masih panas. “Ya itu propaganda-propaganda di medsos,” kata Dedi seperti dilansir dari pojoksatu.com, Selasa 1 Oktober 2019. Jenderal bintang satu ini menyebut saat ini tim cyber Mabes Polri akan melakukan profiling terhadap akun propoganda. Termasuk akun pemilik Ustaz Maaher itu. “Kita akan lacak dan profiling akun-akun itu. Nanti akan dilaksanakan Gakkum Tim Cyber,” ungkapnya.