Terkini, Gowa — Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggeser nilai-nilai tradisional, Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan merawat warisan budaya.
Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan organisasi perempuan adat ini dengan menggelar kegiatan Halal Bi Halal yang akan berlangsung pada Jumat malam, 10 April 2026, di Rumah Makan New Saung Rindu Alam, Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu pasca-Lebaran, melainkan dirancang sebagai ruang perjumpaan yang sarat makna mempertemukan silaturahmi, nilai budaya, dan peran strategis perempuan adat dalam satu harmoni kebersamaan.
Ketua Panitia Halal Bi Halal, Andi Tenri Senge, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan sekadar agenda rutin tahunan.

“Ini bukan hanya tentang berkumpul, tetapi bagaimana kita saling menguatkan sebagai satu keluarga besar, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur adat yang menjadi jati diri kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung tema “Saatnya Berjumpa Merajut Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah, Sucikan Hati dalam Menyempurnakan Kebahagiaan Idul Fitri” sebagai refleksi atas pentingnya mempererat hubungan sosial dalam bingkai budaya.
“Halal Bi Halal ini dirancang sebagai refleksi sekaligus afirmasi identitas. Tradisi tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat hubungan antar pengurus dan anggota, sekaligus mempertegas eksistensi Srikandi Balira sebagai organisasi yang berperan aktif dalam pelestarian nilai-nilai adat di Kabupaten Gowa.

Menariknya, kegiatan ini juga akan mempertemukan berbagai elemen penting, mulai dari tokoh adat, masyarakat, hingga pemimpin daerah. Bahkan, rencana kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan menjadikan momentum ini sebagai ruang dialog antara budaya dan kebijakan publik.
Selain itu, acara akan diisi dengan tausiah oleh Andi Armayadi Al Ghifari yang akan mengangkat makna Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada fitrah serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.









