Terkini, Jeneponto - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Malang, Mustaufiq, berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat Cumlaude di bidang Ilmu Hukum Islam.
Pencapaian luar biasa ini diraih di tengah kesibukannya dalam menjalankan tugas sebagai Kadisdukcapil, khususnya dalam meningkatkan perekaman KTP elektronik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Mustaufiq, yang telah dikenal sebagai sosok pekerja keras dan berdedikasi, mampu menyelesaikan studi doktoralnya dengan hasil yang memuaskan. Dalam disertasinya yang berfokus pada "Bidang Ke Ilmuan Ilmu Hukum Islam" Studi yang sangat kompleks dan mendalam yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang teks-teks agama, sejarah, dan konteks sosial.
"Ini merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi saya. Saya bersyukur bisa menyeimbangkan antara tugas sebagai pelayan masyarakat dan sebagai akademisi. Semoga ilmu yang saya dapatkan ini bisa bermanfaat, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di Disdukcapil," kata Mustaufiq dalam wawancara usai sidang terbuka promosi doktornya, Selasa, 3 September 2024.
Di tengah kesibukannya sebagai Kadisdukcapil, Mustaufiq tetap berkomitmen untuk memastikan seluruh warga Kabupaten Jeneponto memiliki KTP elektronik, terutama menjelang Pilkada 2024. Program peningkatan perekaman KTP elektronik menjadi salah satu fokus utamanya.
"Kami terus melakukan jemput bola ke masyarakat yang belum melakukan perekaman dengan inovasi Maraja, terutama bagi para pemilih pemula dan lansia," jelasnya.
Kepemimpinan Mustaufiq di Disdukcapil Jeneponto selama ini memang telah dikenal berhasil dalam meningkatkan pelayanan publik dan kepatuhan administrasi kependudukan. Pencapaiannya dalam meraih gelar doktor ini diharapkan dapat lebih memperkuat kebijakan berbasis keilmuan yang inovatif dan adaptif di instansi yang ia pimpin.
Dengan prestasinya ini, Mustaufiq tidak hanya membuktikan kapasitasnya sebagai seorang birokrat, tetapi juga sebagai seorang akademisi yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang hukum Islam.
"Capaian ini sudah takdir Tuhan Yang Maha Esa, bukan cuma saya di bulan ini promosi doktor tapi ada 2 pejabat Pemda Jeneponto lagi sebelum saya yakni kadis kominfo dan staf Ahli Bupati. Terima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Sekda, para pimpinan OPD, sahabat Jurnalis, teman teman Aktivis, OKP, dan Lembaga Swadaya masyarakat yang sudah memberikan masukan dalam penyelesaian penelitian," tambahnya. Meski sudah peroleh predikat Doktor pesan orang tua tetap rendah hati dan tidak merasa lebih di hadapan orang, biasa biasa saja," tutup ungkap Mustaufiq.
Pencapaian ini menjadi motivasi bagi para ASN dan masyarakat luas untuk terus belajar dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.










