Soal Ucapan Zulfan Lindan, Pakar Sebut Dulu Jokowi Antitesis SBY

Soal Ucapan Zulfan Lindan, Pakar Sebut Dulu Jokowi Antitesis SBY

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Mantan Guru Besar Universitas Indonesia dan pakar komunikasi politik, Effendi Gazali turut menanggapi soal isu Anies Baswedan adalah antitesis dari Presiden Jokowi.

Kalimat Anies Baswedan adalah antitesis Jokowi awalnya diucapkan oleh politikus Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem), Zulfan Lindan.

Effendi Gazali menilai rumor bahwa Anies Baswedan adalah antitesis Jokowi merupakan hal yang lumrah.

Effendi Gazali mengingatkan bahwa pada saat Jokowi berstatus sebagai Calon Presiden (Capres) pada tahun 2014, ia juga mengalami hal serupa.

Menurut Effendi Gazali untuk mengetahui apakah ucapan Zulfan Lindan itu benar, maka harus kembali melihat berbagai psikografik dan survei yang selama ini sudah beredar.

“Kenapa orang perlu antitesis dari pemerintahan yang ada sekarang? Apakah karena krisis ekonomi, resesi? Jadi ketika krisis ekonomi itu ada ditambah lagi dengan sentimen-sentimen penegakkan hukum yang dianggap tajam kebawah tumpul keatas, kemudian penegakkan terhadap korupsi yang dianggap bisa diatur-atur begitu muncullah semangat zaman yang harus kita lihat lagi dalam survei-survei lainnya yang saling melengkapi terutama psikografik,” ujar Effendi Gazali, Jumat 14 Oktober 2022.

Selain itu Effendi Gazali menyebutkan bahwa Jokowi dahulu juga mendapat julukan sebagai antitesis pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Dan pak jokowi tidak perlu khawatir karena beliau sendiri dulu adalah antitesis dari pemerintahan sebelumnya, pemerintahan SBY,” kata Effendi Gazali.

Diketahui hampir seluruh lembaga survei menempatkan Anies Baswedan sebagai kandidat nomor satu yang paling berpotensial sebagai Capres pada pemilu 2024 nanti.

Dalam hasil survei yang diadakan oleh Lembaga survei Nasional Trust Indonesia, Anies Baswedan memperoleh nilai sebesar 89,2 persen, unggul dari pesaingnya Prabowo Subianto 59,2 persen.

Ganjar Pranowo di posisi ketiga dengan skor 57,5 persen, Airlangga Hartarto 30,4 persen dan yang terakhir adalah Puan Maharani dengan 15,9 persen.

Melihat hasil lembaga survei itu, Effendi Gazali menilai saat ini posisi Anies Baswedan berada di tempat yang bagus.

“Ini adalah suatu gambaran yang bagus bahwa Anies sekarang sedang ada di tengah ombak perubahan dan di tengah semangat zaman,” tutur Effendi Gazali.

“Jadi memang semangat zaman dan euforia sedang menghampiri bapak Anies Baswedan,” lanjut Effendi Gazali.

Namun demikian Effendi Gazali memperingatkan kejayaan Anies Baswedan dapat berubah jika nanti posisi Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan menemaninya diumumkan.

Miracle number yang diraih Anies Baswedan dalam seluruh lembaga survei bisa saja akan mengalami penurunan.

"Jangan-jangan Zulfan Lindan itu benar bahwa Anies Baswedan ini adalah antitesis dari Bapak Joko Widodo, dan jika itu terjadi bagaimana para pemilih dan lembaga survei menyikapinya dalam menentukan survei selanjutnya,” ucap Effendi Gazali menirukan Zulfan Lindan.

Sumber: rmol.id