Oleh karenanya, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat menegaskan kepada Al Zaytun untuk mempermudah langkah pemerintah dalam penyelidikan ini.
"Kami meminta pihak Al Zaytun untuk kooperatif, karena sudah beberapa kali dalam catatan sejarahnya sering menolak mereka yang mencoba untuk ber-tabayyun atau berdialog untuk mengetahui," ungkap Ridwan Kamil.
Disisi lain, Ridwan Kamil mengaku bahwa pihaknya masih menunggu respon pemerintah pusat terkait tudingan pesantren sesat yang ditujukan kepada Al Zaytun.
“Urusan agama kemudian urusan fiskal, hubungan luar negeri, yustisi, pertahanan dan keamanan itu wilayah pemerintah pusat," imbuhnya.










