"Bahkan mempermainkan Pak Jokowi, mempermainkan Ganjar. Jokowi di-bully habis-habisan di situ," ucap Rocky.
Diwartakan sebelumnya, pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyindir Presiden Jokowi saat berlangsungnya acara HUT ke-50 PDI Perjuangan yang digelar baru-baru ini menuai sorotan publik.
Dalam pidatonya itu, Megawati berkelakar bahwa harusnya ia diberi tanda bintang oleh Presiden Jokowi. Pasalnya, kata Megawati, kalau tidak ada PDIP maka nasib Jokowi bakal miris.
"Mbok saya dikasih bintang toh yo. Pak Jokowi kalau nggak ada PDIP, aduh kasihan dah," ujar Megawati Soekarnoputri.
Bukan tanpa alasan, Mega menyebut hal itu lantaran Jokowi bisa menjadi presiden tak lain karena legal formal dari PDIP.
"Itu legal formal. Beliau jadi presiden tuh legal formal. Diikuti terus sama saya, aturannya, aturan mainnya," ungkapnya.
Selain itu, Megawati juga mengklaim bahwa dirinyalah yang menyarankan agar Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden pendampingnya dan Mahfud MD sebagai menteri.
Menurutnya, Ma'ruf dan Mahfud dulu merupakan anak buahnya di Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).
Namun, kata Megawati, Ma'ruf dan Mahfud diajak oleh Jokowi untuk menjabat di pemerintahan. Sementara dirinya sendiri tidak diajak.
"Kok enak banget ya aku tadinya bosnya mereka, eh tiba-tiba diambil sama Pak Jokowi, tung, tung tung, tung. Lho kok aku enggak diambil ya? Kan mestinyo kan diajak lho aku, enggak, tetep aja BPIP," ujarnya.










