Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menanggapi laporan media nasional Tempo yang menyebut salah satu perusahaan afiliasi Bosowa Group diduga ikut dalam pusaran bisnis PCR.
Yusuf Muhammad lewat unggahannya di Twitter, Kamis 11 November 2021, membagikan tangkapan layar pemberitaan dan data laporan Tempo terkait perusahaan yang diduga terlibat bisnis PCR itu, salah satunya tertera perusahaan afiliasi Bosowa Group.
Menurut Yusuf Muhammad, Tempo harusnya juga mengulik perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak laboratorium PCR.
Dari sejumlah nama perusahaan di data Tempo tersebut, yang paling banyak memiliki laboratorium PCR yakni perusahaan PT Budimanmaju Megah Farmasi (Bumame) yang dimiliki Jack Budiman, dengan jumlah lab sebanyak 40 cabang.
Sama seperti PT Bumame, PT Daya Dinamika Sarana Media (DDSM) yang kepemilikannya berafiliasi dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise juga memiliki 40 laboratorium PCR.
Sementara Bosowa Group lewat anak perusahaan afiliasinya yakni PT Satu Laboratika Utama (Swab Aja), memiliki 33 laboratorium PCR.
Terkait data laporan yang dibeberkan Tempo tersebut, Yusuf Muhammad pun meminta media nasional itu agar juga mengulik Dompet Dhuafa dan pemain besar lainnya dalam bisnis PCR tersebut.
"Ayo tempodotco BudiSetyarso kulik tuh DD penggalang donasi yang punya 40 lab dan pemain besar di bisnis PCR," cuit Yusuf Muhammad.
Menurutnya, Tempo jangan hanya mengulik PT GSI, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan Erick Thohir soal bisnis PCR yang menuai sorotan publik tersebut.
Selain itu, host kanal YouTube 2045 TV itu juga meminta Tempo agar menyoroti Bosowa Grup yang memiliki 33 laboratorium PCR berdasarkan data laporan mereka.
Menurut Yusuf Muhammad, pihak Tempo juga harus mengulik Bosowa Group terkait bisnis PCR tersebut agar menghasilkan informasi yang berimbang bagi masyarakat.
"Masa cuma GSI, LBP dan Erick Thohir aja yg digoreng sampai gosong? Oh yq, sekalian Grup Bossowa yang punya 33 lab biar berimbang dan gak ada dusta diantara netizen +62," ujarnya.










