Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024, KPU Sulsel Izinkan Masyarakat Dokumentasikan Hasil C1

Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024, KPU Sulsel Izinkan Masyarakat Dokumentasikan Hasil C1

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan (KPU Sulsel) menggelar sosialisasi Pemungutan dan penghitungan suara jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, di Lapangan Tennis Indoor Telkom pada Sabtu 26 Oktober 2024.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, perwakilan partai pengusung, tim masing-masing pasangan calon juga, serta sejumlah KPPS,PPS, Pantarlih dan Komisioner KPU Sulsel.

Ketua KPU Sulsel, Hasbullah mengatakan tujuan diadakannya simulasi untuk mendapatkan gambaran utuh terkait proses penghitungan dan pemungutan suara di TPS.

"Simulasi pemungutan dan penghitungan suara sebenarnya sudah dilaksanakan di Kabupaten Maros oleh KPU RI. Saat itu simulasi dilaksanakan untuk satu paslon saja," paparnya.

Pada simulasi tersebut, Hasbullah menyebut bahwa proses pemungutan suara pada Pileg dan Pilpres, berbeda pada proses pemungutan pada Pilkada yang akan berlangsung pada 24 November 2024.

“Kalau di Pilpres dan Legislatif, setiap TPS maksimalnya 300 pemilih, di Pilkada setiap TPS maksimal 600 orang pemilih. TPS dibuka pada pukul 7 sampai jam 1 siang, kemudian ditambah 2 jam untuk pemilih tambahan,” tuturnya.

Ia menjelaskan simulasi untuk Pilgub Sulsel dan Pilwalkot Makassar 2024. Simulasi ini menandakan jika pemilihan adalah pesta demokrasi yang memiliki rangkaian panjang dan persiapan yang matang.

“Menandakan betapa kita memilih konsep demokrasi sebagai sistem politik diberlakukan luar bisa. Maka penting diperhatikan proses yang terjadi di TPS. Karena rangkaiannya panjang satu tahun lebih kita siapkan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, di Pilkada tahun ini, masyarakat maupun jurnalis diberikan waktu untuk mendokumentasikan hasil perhitungan suara atau C1.

Hasbullah menambahkan, melalui simulasi ini, KPU Sulsel ingin membangun proses demokrasi lebih baik dari sebelumnya. Termasuk memperbaiki proses administrasi pemilu saat pemungutan dan penghitungan suara.

“Jangan sampai nanti jadi hambatan dalam proses rekapitulasi. Prinsipnya teman-teman harus cermat dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk partisipasi masyarakat,” ungkapnya.