Begitupun dengan penyediaan wastafel portable beserta hand soap di lobby atau pintu masuk mal. Serta menyediakan hand sanitizer di 57 titik area mal (pintu masuk, toilet, pilar dan eskalator) yang bisa digunakan oleh pengunjung.
"Juga melakukan penyemprotan disinfektan dan general cleaning secara berkala di seluruh mal serta sterilisasi seluruh permukaan bagian gedung yang sering tersentuh umum sebagai upaya pencegahan, respon dan dekontaminasi," ungkapnya.
Upaya lain, kata dia, dengan menerapkan physical distancing atau jaga jarak dengan membuat garis batas per 1,5 meter untuk antrean kasir dan tempat duduk pengunjung.
Hal itu untuk menjaga serta membatasi jumlah pengunjung di dalam tenant serta memberikan ajakan kepada seluruh pengunjung, tenant, serta pihak-pihak lainnya untuk ikut menjaga kebersihan dan kesehatan melalui signage Rambu-Rambu Panduan Pemeliharaan Kesehatan yang dipasang di area mal.
Membatasi jumlah pengunjung dalam lift maksimal 4 orang.
Dia mengatakan, bagi tenant F&B disarankan untuk menerima pesanan secara online atau take away.
Namun, kata dia, apabila tetap melayani makan di tempat (dine in) maka jumlah kursi dan meja dibatasi hingga maksimal 50 persen dari kapasitas.
"Untuk sementara waktu sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut, memperbolehkan tenant F&B untuk melakukan penataan meja dan kursi costumer keluar dari area sewa dengan tetap bertanggung jawab atas kerapihan dan kebersihan area," pungkasnya.










