"Rincian jumlah kejadian bencana pada kurun waktu tersebut yakni banjir 620 kejadian, puting beliung 425, tanah longsor 330, kebakaran hutan dan lahan 139, gelombang pasang atau abrasi 21, gempa bumi 10, erupsi gunung api 3 dan kekeringan 1,"urainya.
Di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi penularan, tantangan masyarakat menjadi bertambah.
Contonya, kejadian bencana yang terjadi di wilayah dengan kasus positif tinggi.
"Ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra dan antisipasi semua pihak di daerah sehingga potensi tertular pada saat melakukan respon darurat dapat dihindarkan," tutup Raditya Jati.










