Sentil Keras Densus, Ahmad Khozinudin: Jalankan Penegakan Hukum Bukan Pembantaian

Sentil Keras Densus, Ahmad Khozinudin: Jalankan Penegakan Hukum Bukan Pembantaian

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan Advokat Muslim Ahmad Khozinudin menyentil keras tindakan Densus 88 yang menembak mati terduga teroris Dokter Sunardi, viral di media sosial.

Video Ahmad Khozinudin sentil keras tindakan aparat Densus 88 terhadap Dokter Sunardi itu viral usai diunggah pengguna Twitter Irwan2yah, seperti dilihat pada Sabtu 12 Maret 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut sosok Ahmad Khozinudin kerap muncul setiap kali ada peristiwa penangkapan teroris.

Menurutnya, ketika peristiwa penangkapan teroris itu muncul Ahmad selalu membuat narasi yang membodohi masyarakat agar rakyat membenci pemerintah dan Densus 88 Antiteror.

Selain itu, netizen tersebut juga mengungkapkan bahwa Ahmad Khozinudin merupakan aktivis ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Orang ini selalu muncul setiap kali ada penangkapan teroris dengan narasi yang membodohi masyarakat, agar mindset masyarakat terbentuk untuk membenci pemerintah dan densus 88. Ybs adalah aktifs HTI," cuit netizen Irwan2yah.

Sentil Keras Densus, Ahmad Khozinudin: Jalankan Penegakan Hukum Bukan Pembantaian

Dilihat dari video itu, tampak awalnya Ahmad Khozinudin menanggapi soal tindakan Densus 88 yang menembak mati terduga teroria Dokter Sunardi saat hendak ditangkap.

"Sekarang begini pertanyaannya, kalau dalam penangkapan tadi Dokter Sunardi lari, tidak ditembak, apakah Densus akan kehilangan Dokter Sunardi? Enggak! Dia bisa didatangi ke rumahnya, kalau di rumahnya tidak ada dia bisa tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang)," ujar Ahmad Khozinudin.

Selain itu, Ahmad juga menyinggung soal kronologi penangkapan teroris berdasarkan versi aparat yang seolah-olah paling benar.

"Seolah-olah semua versi yang dikeluarkan Densus 88 itulah yang sahih, yang benar, yang tidak ada salahnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Ahmad Khozinudin menyentil aparat Densus 88 dengan menyebut kesatuan antiteror itu seharusnya menjalankan proses penegakan hukum dan bukannya malah membantai.

"Saya setuju penegakan hukum. Jalankan penegakan hukum, bukan pembantaian. Penegakan hukum itu membawa seorang yang dituduh melakukan tindak pidana sampai ke pengadilan," ujarnya.