Bahkan kata dia, Korlap Pembangunan Masjid, Relawan Sahabat Ulumanda Muhammad Irfan nyaris setiap pekan dari Kota Majene ke lokasi pembangunan, yang berjarak lebih dari 3 jam perjalanan standar, plus berjam-jam ke arah gunung, baik siang maupun malam, mengawasi ketersediaan material.
"Perjalanan ke lokasi pembangunan masjid, aksesnya seperti jalanan off road. Seingat saya, lokasi gambar masih cenderung lebih baik, dibanding ruas lain yang ada di sisi jurang terjal,"pungkasnya.

Bahkan ia juga menceritakan jika sekali waktu, mobil hardtop yang membawanya bersama relawan lainnya tidak sanggup menanjak, mobilnya mundur.
"Saya melompat dan berjuang menahan mobil. Saya terseret dan mobil tak kunjung bisa saya hentikan. Tapi sopirnya cukup sigap. Dia banting setir dan mobil berjalan mudur perlahan dengan gear doble gardan. Saya baru sadar, rem mobil itu tidak berfungsi baik. Sepanjang jalan saya bersholawat bersama Arwa Dia. Pengalaman takkan terlupakan.
Yah, demikianlah sekilas kenangan perjalanan membangun Masjid tahan gempa di lokasi yang super luar biasa ini. Semoga masjidnya dapat segera kami rampungkan dan bermanfaat luas bagi masyarakat dan Islam
"Bantu Kami menggenapi kebutuhan masjid ini. Menemani perjuangan pengumpul donasi pembangunan masjid tahan gempa di Sulbar ini. Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammad," imbuhnya.

Sementara itu, Korlap Pembangunan Masjid, Relawan Sahabat Ulumanda Muhammad Irfan Ulman menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak saat ini seperti rotan sebanyak 150 batang untuk sambungan dinding, semen untuk pemasangan bata setinggi 1 meter dan cor lantai serta upah tukang.
"Saya mengajak kita sekalian untuk bersama-sama menyelesaikan masjid tahan gempa ini,"tutupnya.










