Rekomendasi BI Sulsel untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 4,8 - 5,6 Persen di 2025

Rekomendasi BI Sulsel untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 4,8 - 5,6 Persen di 2025

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sektor pertanian mencatat pertumbuhan signifikan seiring dengan peningkatan produksi pangan pasca-El Niño dan pertumbuhan sub-sektor perikanan.

Sementara itu, industri pengolahan meningkat berkat kinerja positif industri makanan dan minuman (mamin).

Prospek Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 2025

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2025 akan berada dalam kisaran 4,8% hingga 5,6% (yoy). Sejumlah faktor yang diperkirakan akan mendukung pertumbuhan ekonomi di antaranya:

Peningkatan Produksi Pertanian, terlihat dari alokasi pupuk subsidi yang lebih besar akan mendukung peningkatan hasil pertanian, penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas beras dan jagung guna mendorong serapan oleh Bulog dan mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, konsumsi domestik yang Tetap Kuat, serta didukung Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 yang lebih tinggi akan mendorong daya beli masyarakat. Selain itu, Prospek investasi yang tetap terjaga seiring dengan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti peternakan sapi dan Kawasan Industri (KI) Takalar.

Hal lain yang mempengaruhi ekonomi adalah, normalisasi konsumsi Pemerintah, setelah adanya lonjakan belanja pada tahun politik 2024, konsumsi pemerintah diperkirakan akan kembali normal sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran tahun 2025.

Ekonomi Sulsel juga dipengaruhi oleh Dinamika Inflasi, lantaran prospek harga emas global yang tetap tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi terhadap komoditas emas perhiasan.

Rekomendasi BI Sulsel untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Dalam konferensi pers di Kantor KPw BI Sulsel, Februari 2025, Kepala BI, Rizky Ernadi Wimanda menyampaikan beberapa rekomendasi.

Beberapa rekomendasi tersebut, seperti untuk seketor pertanian, pemerintah dan berbagai pihak terkait, perlu untuk terus melakukan perluasan penggunaan teknologi fish finder dalam penangkapan ikan.

Optimalisasi cold storage dan penambahan pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan juga dibutuhkan untuk sub sektor perikanan.