“Karena angkaquick countPPP itu di angka 3,88 persen, jadi hanya kurang 0,2 persen menuju 4 persen. Karenaquick countkita plus minus 1 persen, maka secara ilmiah kami tidak bisafirmapakah partai ini lolos atau tidak lolos. Jadi ada satu partai yang punya potensi lolos. Nanti kita menunggu hasil dari KPU,” kata Adjie menandaskan.
PDIP Hattrick Jadi Pemenang Pileg
Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi parpol dengan suara pemilih terbanyak versiquick countLSI Denny JA. Dengan begitu, PDIP mtercatat berhasil mencetakhattrickatau menang tiga kali berturut-turut dalam pemilu.
“Menghasilkan PDIP sebagai juara hasil quick count kami. Jika hasil KPU sesuai dengan quick count kami, maka PDIP telah melakukan hattrick yang memenangkan tiga kali pemilu legislatif berturut-turut,” tutur peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 15 Februari 2024.
Menurut Adjie, tingkat partisipasi pemilih atauvoter's turn outuntukPileg 2024ini hanya 71,84 persen, atau lebih rendah dibandingkan Pilpres 2024. Hal ini lantaran Pilpres dianggap lebih simpel, sementara pemilu legislatif ada banyak nama yang harus dipilih.
Data sampel yang masuk dalamquick countsebesar 99.60 persen denganMargin of Errorkurang lebih 1 persen.
“Ada tiga partai yang kita sebut-sebut sebagai data premium karena dukungan suaranya di atas 10 persen. Tiga partai itu adalah PDIP dengan 16,82 persen, Partai Golkar dengan 14,93 persen, dan Partai Gerindra dengan 13,43 persen,” jelas dia.
Adapun menyusul di belakang ketiganya yakni PKB 10,56 persen; Nasdem 9,45 persen; PKS 8,36 persen; Demokrat 6,98 persen; dan PAN 6,59 persen padaPemilu 2024ini.










