PPP Terancam Tidak Lolos Parliamentary Threshold, Mardiono: Lembaga Survei Tidak Pernah Akurat

PPP Terancam Tidak Lolos Parliamentary Threshold, Mardiono: Lembaga Survei Tidak Pernah Akurat

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muh Mardiono mengungkapkan bahwa, setiap momen Pemilu, elektabilitas PPP selalu disebut terancam tidak lolos parliamentary Threshold atau ambang batas.

Hal itu diungkapkan Mardiono pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP ke-51 tahun, di GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu 27 Januari 2024.

Menurutnya, isu tersebut hal biasa bagi PPP setiap Pemilu.

"Di berbagai kesempatan saya sampaikan bahwa jejak digital itu tidak terhapus. Silahkan teman-teman membuka hasil survei pada tahun 2009, hasil kepesertaan Pemilu pada 2014. Dan hasil kepesertaan Pemilu pada 2019," ungkapnya.

Ia mengungkapkan rendahnya elektabilitas PPP karena tokoh-tokoh masyarakat yang menjadi caleg tidak terdeteksi survei.

"Setiap pemilu, PPP itu selalu para lembaga survei menempatkan ada di survei yang tidak pernah akurat dengan hasil pemilu. Kenapa? kami maklum bahwa PPP ini hasil pemilu diperoleh dari tokoh-tokoh masyarakat yang kita tempatkan pada dapil masing-masing," ucapnya.

Saat Harlah ke-51 PPP, hadir Ketua DPR RI, Puan Maharani, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto, dan Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Arsjad Rajid.

Hadir juga Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara, Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan dan sejumlah elit PPP se-Sulsel.