Terkini.id, Makassar - Akibat pasokan listrik dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang berkurang drastis, sejumlah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) harus bekerja keras melayani beban pemakaian listrik di Sulawesi Selatan.
PLN Sulselbar menyebut, salah satu pembangkit listrik PLTU menanggung beban keterbatasan daya di Sulsel, sehingga jatuh tempo dan harus dilakukan pemeliharaan.
"Saat ini petugas PLN tengah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pemeliharaan PLTU agar sesegera mungkin dapat kembali beroperasi maksimal guna menopang kondisi Kelistrikan Sistem Sulbagsel," jelas Ahmad Amirul Syarif, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Jumat 24 November 2023.
Disebutkan, PT PLN (Persero) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan menjaga pasokan listrik secara kontinyu di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Pasokan Listrik Berkurang Drastis
Adapun Daya Mampu Pasok (DMP) kondisi Normal sistem Sulawesi Bagian Selatan mencapai 2.300 megawatt (MW) dengan kontribusi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 850 MW.
Beban Puncak malam hari berada di kisaran 1.800 MW, atau tersedia Reserve Margin 21,7% dan ini sebenarnya cukup ideal sebelum terganggu akibat fenomena El Nino. Musim Kering yang berkepanjangan tersebut telah berdampak terhadap berkurangnya debit air sehingga menyebabkan kemampuan PLTA turun sekitar 75 persen dari 850 Megawatt (MW) menjadi 200 MW.
Itu membuat pemadaman listrik bergilir harus dilakukan PLN di Sulawesi Selatan hingga 3 - 6 jam per hari.
Guna menanggung beban keterbatasan daya tersebut, selama ini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menanggung beban yang cukup tinggi sehingga jatuh tempo untuk dilakukan pemeliharaan.
Sistem Kelistrikan Sulbagsel terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu, Poso (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan.
Berbagai upaya terus dilakukan mulai dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) khususnya di daerah aliran sungai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air.
Upaya ini telah membuahkan hasil di mana hujan sudah turun di beberapa lokasi PLTA, harapannya debit air dapat terus bertambah dan suplai listrik bisa kembali normal.
Selain itu relokasi pembangkit dari beberapa wilayah tersebar di Indonesia juga terus dilakukan. Pembangkit tersebut akan memasok tambahan daya sekitar 80 Megawatt (MW) dan diharapkan dapat segera membantu sistem kelistrikan di Sulbagsel. Tim ahli pembangkitan juga turut didatangkan ke Makassar untuk mengakselerasi penormalan pasokan listrik.










